Hari ini, ada kabar baik bagi pedagan maupun petani karet di wilayah sumsel. Kini harga karet mulai membaik. Walaupun tidak signifikan, secara perlahan harga karet kini sudah membaik. Ini jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumsel, Alex K Eddy, mengatakan harga karet di pasar dunia mencapai USD 1,6 per kilogram. Dan untuk harga sebelumnya yaitu USD 1,4 per kilogram. Jadi harga karet naik hingga 14,3%.
Tips untuk mendongkrak harga karet, pengusaha karet bisa menjual karet langsung kepada pabrik atau perusahaan yang sedang membutuhkan. Ini memang adalah cara untuk memotong jalur.
Kenaikan harga ini terjadi karena peningkatan permintaan dari negara konsumen. Karet ini merupakan baha dari pembuatan ban. Dalam hal ini pedagang dan para pengusaha karet yang besar hanya menerapkan kontrak jangka pendek. Jadi pedagang besar menjual karet hanya dengan waktu yang relatif cepat.
Kenaikan sudah terjadi dalam beberapa Minggu terakhir. Ada peningkatan harga walau tidak terlalu besar, tapi sangat membantu pengusaha dan petani karet di Indonesia.
Untuk harga karet di petani meningkat jadi Rp 8000. Yang semulanya adalah Rp 7.000. Jadi kenaikannya adalah RP 1000. Harapannya, ini akan membuat petani terlihat bahagia.
Saat ini , pangsa dari pasar karet yaitu Amerika Serikat dan Amerika Latin, China, Jepang dan negara Eropa lainnya. Dan yang paling besar yaitu di negara China.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "Harga Karet Di Sumsel dan Dunia Naik Hingga 14 %"
Posting Komentar