Harga bahan komoditi pertanian seperti karet kini mengalami kenaikan harga. Pertanian karet merupakan sumber penghasilan terbanyak di Kabupaten Pali. Walau terbilang tidak signifikan, namun kenaikan ini terus berangsur naik.
Harga karet naik Rp 1000. Awalnya harga komoditi ini hanya Rp 6000 per kilo gram, namun dengan kenaikan ini maka harganya menjadi Rp 7000 per kilo gram. Hal ini seperti yang dialami oleh salah satu petani di Desa Jerambah Besi, Kec. Talang Ubi, Amirudin. Hal ini lebih baik dibanding sejak satu tahun lalu ketika harga karet dikisaran Rp 5000 dan tak kunjung naik-naik. Petani berharap harga karet akan selalu naik tiap bulannya.
Meski demikian, banyak pula yang mengeluh mengenai hal ini. Pasalnya, walaupun karet harganya naik, namun hasil dari getah karet mengalami penurunan. Mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.
Beberapa petani lainnya juga mengeluh tentang kenaikan harga pokok. Permasalahannya, kenaikan harga barang pokok tak seimbang dengan kenaikan harga karet. Ditambah bulan ke depan sudah masuk Ramadhan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "Harga Karet Kian Naik Namun Hasil Getah Menurun"
Posting Komentar